Get Adobe Flash player

Karimun, Unsur Sea Rider Lanal Tanjung Balai Karimun berhasil menyergap pelaku pembunuhan diatas kapal penangkap ikan yaitu KM. Enam Saudara (GT 29) yang sedang berlayar di perairan Rukan Selat Durian Karimun. Rabu (11/04/12). Kejadian ini diawali ketika pemilik kapal KM. Enam Saudara (GT 29) melapor kepada Lanal Tanjung Balai Karimun bahwa telah terjadi tindakan kekerasan antar sesama ABK diatas kapal yang mengakibatkan adanya korban meninggal 2 orang (1 orang mayatnya telah dibuang ke laut) dan luka-luka 1 orang. Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada hari Selasa tanggal 10 April 2012, dan saat itu posisi kapal berada disekitar perairan Natuna. Karena kejadian tersebut akhirnya nahkoda memutuskan untuk membawa kapal berlayar kembali menuju ke Tanjung Balai Karimun.


Setelah dilakukan koordinasi antara Lanal Tajung Balai Karimun dengan pemilik kapal dan nahkoda, maka Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa mengerahkan unsur Sea Rider bergerak menuju ke lokasi keberadaan KM. Enam Saudara guna melakukan penyergapan. Pada hari Rabu tanggal 11 April pukul 06.30 WIB Sea Rider bergerak menuju lokasi yang sudah diperkirakan keberadan KM. Enam Saudara yaitu sekitar perairan Rukan Selat Durian Karimun atau pada posisi 00º 41’ 645’’ U – 103º 39’ 135’’ T. Tepat pada pukul 08.00 WIB Sea Rider berhasil mendeteksi keberadaan KM. Enam Saudara tersebut. Untuk menghindari adanya kecurigaan dari pelaku pembunuhan maka pada saat Sea Rider merapat ke KM. Enam Saudara prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun tetap melakukan penghentian dan pemeriksaan kapal sesuai prosedur, dan setelah semua ABK dapat dikendalikan akhirnya pelaku/tersangka pembunuhan berhasil dibekuk. Pelaku pembunuhan dan korban yang luka selanjutnya dibawa ke Mako Lanal Tanjung Balai Karimun dengan menggunakan Sea Rider, sedangkan KM. Enam Saudara yang membawa korban meninggal dikawal oleh prajurit Lanal Tanjung Balai Karimun menuju menuju ke Mako Lanal Tanjung Balai Karimun untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Diceriktakan oleh nahkoda (Sdr. I Tau) bahwa kapal KM. Enam Saudara dengan jumlah ABK 11 orang termasuk nahkoda pada hari Senin tanggal 12 Maret 2012 berangkat dari Tanjung Balai Karimun menuju ke Laut Natuna untuk mencari ikan. Kapal melaut sudah hampir satu bulan dan pada hari Selasa tanggal 10 April 2012 sekitar pukul 05.00 WIB saat kapal berada diperairan Natuna tiba-tiba dikejutkan oleh terjadinya pembunuhan yang dilakukan oleh salah seorang ABK yang berinsial NA. Nahkoda sendiri mengetahui kejadian tersebut saat terbangun dari tidur karena ada suara gaduh diruang ABK. Setelah diketahui ada ABK yang meninggal dan terluka nahkoda berusaha untuk menenangkan keadaan dan setelah itu menghubungi pemilik kapal kemudian kapal diarahkan untuk kembali menuju Tanjung Balai Karimun.

Sementara itu menurut pengakuan pelaku pembunuhan (Srd. NA) bahwa motif pembunuhan itu terjadi karena pelaku kerap kali sering disindir oleh para korban bahwa ybs tidak bisa bekerja dikapal, para korban sempat bilang akan membuang pelaku ke laut supaya dimakan ikan hiu. Berawal dari hal tersebut kemudian pelaku menghabisi nyawa korban saat mereka sedang terlelap tidur. Alat yang dipakai oleh pelaku untuk membunuh adalah pisau dan sekop yang biasa dipakai untuk mengangkat es. Sebanyak 2 orang ABK meninggal dunia, 1 orang mayatnya dibuang ke laut, 1 orang disimpan dalam palka yang berisi es sementara 1 orang lagi megalami luka pada bagian lengan kanan dan pelipis mata kiri.

Saat ini pelaku pembunuhan sudah diamankan oleh Lanal Tanjung Balai Karimun, sedangkan 1 orang korban yang luka mendapat perawatan di Puskesmas Tanjung Balai Karimun. Sementara itu 1 orang yang meningal jenazahnya disemayamkan di RSUD Karimun guna kepentingan otopsi. Disampaikan oleh Komandan Lanal Tanjung Balai Karimun Letkol Laut (P) Sawa bahwa kasus ini selanjutnya akan diserahkan kepada Polres Karimun guna penyelidikan lebih lanjut. (Penlanal TBK)

 

Articles

This page require Adobe Flash 9.0 (or higher) plug in.